Ucapan Hari Guru 2018. Kumpulan Ucapan Gambar Hari Guru Nasional 2018/2019. Bukan guru yang menjadi orang pertama yang berhak merayakan hari guru, peringatan hari guru memang ditujukan untuk semua guru yang ada di Indonesia namun yang merayakannya bukanlah guru, tidak lain para murid secara sadar dan ikhlas memperingati untuk guru mereka, namun dari jutaan murid yang ada di Indonesia tidak semua mengingat hari bahagia ini.
Bahkan hanya sebagian kecil saja yang rela mengorbankan tenaga, pikiran dan uang pribadi untuk memberikan kejutan di hari peringata guru, entah kenapa semakin lama kedekatan antara guru dan siswa terasa memiliki batas, padahal jika ingat pada jaman dulu ikatan guru dan murid seperti anak kepada orang tua.
Mungkin orang lain yang bukan sanak keluarga yang paling peduli pada kita adalah Guru, memperhatikan tanpa peduli lelah, bahkan mereka para guru rela menelantarkan anaknya sendiri demi para murid, betapa besar perjuangan seorang guru untuk mendidik kita. Jika dibandingkan antara HAK dan Kewajiban sebagai seorang guru mungkin lebih banyak Kewajiban yang di dahulukan ketibang HAK mereka.
Guru sekuat tenaga mencerdaskan para siswanya jika para murid berlaku tidak sopan ia tidak segan untuk memberikan hukuman, namun berbeda dengan siswa hukuman yang diberikan oleh guru dianggap sebagai pelanggaran HAM berat, tidak jarang banyak guru yang dilaporkan ke Polisi oleh siswa, bayangkan padahal mereka berjuang hanya untuk para muridnya.
Entah kita dari salah satu yang mengingat jasa guru atau menjadi jutaan orang yang sudah melupakan jasa seorang guru di sekolah, tinggal tergantung kita, kapan lagi kalau bukan hari ini memberikan senyum kecil di pipi tua guru kita. Entah hanya sebuah ucapan, atau hanya peluakan hangat sambil mengucapkan selamat hari guru tersayang.
Mengucapkan hari guru bukalah kewajiban untuk murid namun lebih pada kesadaran mungkin dari sekian banyak guru yang pernah kita temuai ada saja guru favorite dalam hidup kita yang selalu kita idolakan, bahkan cara mereka menjadi contoh bagi kehidupan kita masa depan, tidak ada salahnya jika kita mengucapkan satu atau dua patah kata untuk guru yang kita cintai, mungkin itu tidak akan berarti apa-apa namun senyum di wajahnya akan sangat bernilai bagi mereka.
Bahkan hanya sebagian kecil saja yang rela mengorbankan tenaga, pikiran dan uang pribadi untuk memberikan kejutan di hari peringata guru, entah kenapa semakin lama kedekatan antara guru dan siswa terasa memiliki batas, padahal jika ingat pada jaman dulu ikatan guru dan murid seperti anak kepada orang tua.
Mungkin orang lain yang bukan sanak keluarga yang paling peduli pada kita adalah Guru, memperhatikan tanpa peduli lelah, bahkan mereka para guru rela menelantarkan anaknya sendiri demi para murid, betapa besar perjuangan seorang guru untuk mendidik kita. Jika dibandingkan antara HAK dan Kewajiban sebagai seorang guru mungkin lebih banyak Kewajiban yang di dahulukan ketibang HAK mereka.
Guru sekuat tenaga mencerdaskan para siswanya jika para murid berlaku tidak sopan ia tidak segan untuk memberikan hukuman, namun berbeda dengan siswa hukuman yang diberikan oleh guru dianggap sebagai pelanggaran HAM berat, tidak jarang banyak guru yang dilaporkan ke Polisi oleh siswa, bayangkan padahal mereka berjuang hanya untuk para muridnya.
Entah kita dari salah satu yang mengingat jasa guru atau menjadi jutaan orang yang sudah melupakan jasa seorang guru di sekolah, tinggal tergantung kita, kapan lagi kalau bukan hari ini memberikan senyum kecil di pipi tua guru kita. Entah hanya sebuah ucapan, atau hanya peluakan hangat sambil mengucapkan selamat hari guru tersayang.
Mengucapkan hari guru bukalah kewajiban untuk murid namun lebih pada kesadaran mungkin dari sekian banyak guru yang pernah kita temuai ada saja guru favorite dalam hidup kita yang selalu kita idolakan, bahkan cara mereka menjadi contoh bagi kehidupan kita masa depan, tidak ada salahnya jika kita mengucapkan satu atau dua patah kata untuk guru yang kita cintai, mungkin itu tidak akan berarti apa-apa namun senyum di wajahnya akan sangat bernilai bagi mereka.